Sejumlah Peserta Ujian Mandiri Bersama Tersesat di Unand

Kampus Unand
Kampus Unand (unand.ac.id)

KLIKPOSITIF -- Sejumlah peserta Ujian Mandiri Bersama (UMB) yang melaksanakan ujian di Kampus Universitas Andalas (Unand) Limau Manis, Minggu (24/7) tersesat saat mencari ruang ujian mereka. Namun, pelaksanaan ujian tetap berjalan lancar tanpa ada kecurangan.

Rektor Unand, Prof. Tafdil Husni saat melakukan tinjauan UMB di Gedung A Universitas Andalas Minggu pagi menyebut, pelaksanaan ujian kali ini berjalan lancar meskipun ada beberapa peserta yang tersesat mencari ruangan ujian mereka. Namun, hal tersebut cepat diatasi oleh panitia dengan memberikan denah ruangan ujian.

Baca Juga

“Ada beberapa peserta ujian yang tersesat. Kita maklum saja karena Unand ini kan luas. Biasanya yang tersesat itu adalah peserta ujian dari luar kota dan tidak mensurvey lokasi sebelumnya,” kata Tafdil.

Selain peserta yang tersesat, Unand juga memastikan pelaksanaan UMB kali ini tanpa kecurangan. Bagi peserta yang kedapatan, kata Rektot, panitia langsung mendiskualifikasi peserta tersebut dan memasukkannya ke daftar blacklist.

"Peserta ini tidak akan bisa mengikuti ujian SMPTN, SBMPTN dan UMB di tahun-tahun selanjutnya,” tegas Tafdil.

Ujian Mandiri Bersama (UMB) yang diselenggarakan di Universitas Andalas tersebut diikuti oleh 6.581 peserta untuk mendapatkan kursi di 13 PTN dan PTS ternama di Indonesia. Masing-masing Perguruan Tinggi ini hanya menampung 25 persen dari kuota penerimaan tahun 2016 ini dan hasilnya dikeluarkan tanggal 31 Juli 2016 mendatang.

“Tahun ini Unand menerima 5.500 mahasiswa dari 3 jalur penerimaan yaitu SMPTN, SBMPTN dan UMB. Jadi untuk UMB dapat jatah sebanyak 25 persen atau 1.375 orang yang akan mendapatkan kursi UMB di 51 prodi dan 11 fakultas di Unand ini,” katanya.

Karena ujian ini termasuk dalam rangkaian kerja sama 13 PTN dan PTS di Indonesia, bagi peserta yang mendaftar ke Unand tidak harus ujian di Unand. Bisa saja mereka ujian di Aceh, Sumatera Utara, Jakarta atau di daerah lain, asalkan ada dalam daftar 13 perguruan tinggi tersebut.

Dia juga mengatakan persoalan status mahasiswa yang masuk dalam jalur UMB ini nantinya sama dengan peserta yang lulus dalam jalur SMPTN dan SBMPTN. Perbedaannya hanya terletak pada uang kuliahnya yang lebih mahal dan proses masuk Perguruan tinggi.

"Untuk kuliah, status dan ijazah nantinya sama dengan mahasiswa dari jalur SMPTN dan SBMPTN," tutup Tafdil.

Halbert Chaniago

Penulis: Agusmanto | Editor: Adil Wandi