Dirut AET Travel: Niat Jadi Pengusaha Bukan untuk Jadi Kaya

Direktur Utama AET Travel Rizki Kurniawan N.
Direktur Utama AET Travel Rizki Kurniawan N. (AET Travel.)

KLIKPOSITIF - Direktur Utama AET Travel Rizki Kurniawan N mengatakan bahwa selama ini banyak orang salah niat saat memulai jadi pengusaha. Menurutnya, kebanyakan orang memutuskan menjadi pengusaha karena ingin menjadi kaya dan ingin memiliki kelebihan dari sisi materi.

"Menjadi Pengusaha itu tidak lebih baik dan tidak lebih mulia dari profesi lainya. Tetapi dengan menjadi pengusaha, kita memiliki kesempatan untuk berbuat kebaikan lebih banyak," kata Rizki saat menjadi pembicara pada program Pesantren Ramadan SMKN 2 Padang, Kamis, 23 Juni 2016.

Ia menjelaskan, landasan untuk menjadi pengusaha itu seharusnya didasarkan pada niat agar bisa memberi manfaat kepada orang banyak. Dalam membangun bisnis, kata dia, bukanlah materi yang menjadi modal utamanya melainkan doa.

Baca Juga

"Dulu kita memulai bangun usaha ini kalau dihitung butuh lebih kurang Rp120 juta. Kalau misalkan itu yang jadi patokan, maka sampai saat ini saya tidak akan jadi pengusaha. Karena kekuatan doa itu lah yang menjadi kekuatan utama saya," ujar alumnus Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas ini.

Ia bercerita, awalnya ia menjadi sub-agen dari perusahaan lain. Kemudian ia memulai usaha dengan modal Rp2,5 juta hasil patungan dengan kawan.

"Ketika kita sudah punya ide dan gagasan, maka kita bawa ide dan gagasan itu kepada Allah," katanya.

Ia menegaskan bahwa menjadi pengusaha tidak mudah, banyak tantangannya. Menurutnya, dalam memulai usaha harus sabar. Berdasarkan pengalamannya, waktu 6 bulan sampai 1 tahun adalah masa-masa sulit dalam membangun usaha. Selain itu, ia juga menyatakan bahwa doa dan dukungan orangtua sangat berperan besar dalam membangun usaha.

"Jangan buka bisnis sebelum dapat restu dari orang tua. Minta tolonglah didoakan kepada Ibu kita, maka yakinlah akan ada tangan-tangan gaib yang akan membantu kita dan itu pernah terjadi kepada saya," ujarnya.

Ia menambahkan, bisnis beranjak dari ilmu pengetahuan. Ketika muncul keragu-raguan dalam menjalankan bisnis, itu berarti kurangnya ilmu pengetahuan, kata dia.

"Rumus bisnis itu sederhana, kita hanya menyediakan kebutuhan orang lain. Kita melakukan inovasi-inovasi baru, melahirkan sesuatu yang baru yang tidak dimiliki orang."

"Kunci bisnis lainya adalah pergaulan dan hubungan silaturahmi yang baik antar sesama manusia," sebutnya.

[Satria Putra]

Editor: Elvia Mawarni