Dialog Seri 4 IKA Unand Akan Bahas Kemacetan Saat Lebaran

"Yang sudah menyatakan kesediaan hadir adalah Dirjen Bina Marga Kementerian PU, Hediyanto W Husaini didampi‎ngi Kadis Prasjal dan Tarkim Sumbar Suprapto. Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias"
Kemacetan saat mudik. (Klikhotel.)

KLIKPOSITIF - Dialog dwi mingguan seri ke-empat yang diselenggarakan Panitia Kongres Ikatan Alumni Unand‎ (IKA Unand) akan membahas kemacetan saat lebaran, Jum'at, 24 Juni mendatang.

Sekretaris Kongres IKA Unand, Harry Effendi menyebutkan, sama dengan series sebelumnya dialog dengan tema "Berlebaran dan Berwisata Minim Kemacetan" ini juga akan dikupas tuntas. Para pengambil kebijakan yang diundang hadir sebagai pembicara dan sudah menyatakan kesediaan hadir adalah Dirjen Bina Marga Kementerian PU, Hediyanto W Husaini didampi‎ngi Kadis Prasjal dan Tarkim Sumbar Suprapto. Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, Bupati Tanahdatar Irdinansyah Tarmizi, dan Bupati Padangpariaman Ali Mukhni.

"Kemacetan meski dinikmati oleh para perantau yang pulang kampung ataupun para wisatawan, tetapi untuk jangka panjang ini tidak baik bagi citra Sumatera Barat. Kita kan sudah sepakat menjadikan Sumatera Barat sebagai daerah wisata, maka transportasi tak bisa ditawar-tawar," ujar dosen Unand ini.

Menurutnya, kemacetan dan keterbatasan sarana prasarana transportasi sudah menjadi kebutuhan bersama dan secara bersama-sama pula mengatasinya. Harus ada sinergi pihak terkait baik pemerintah daerah, pusat, maupun jajaran kepolisian dan dinas perhubungan masing masing daerah yang sangat paham dengan rekayasa lalulintas di tempatnya masing-masing, kata dia.

"Kita mendengar banyak sarana prasarana yang dipersiapkan akan dibangun mengatasi kemacetan di Sumbar. Dan kita harus menyampaikan pula kendaladan permasalahan selama ini untuk dicarikan jalan keluarnya. Pemerintah pusat tentu punya Grand design pembangunan daerah dengan penyediaan dana yang memadai. Tetapi disisi lain harus ada komitmen dan keseriusan pemerintah daerah membebaskan lahan yang terkena proyek infrastruktur. Bila selama ini sudah jalan, di mana letak tidak sinerginya‎," tuturnya.

Ketua DPP IKA Unand Prof Fasli Jalal ... Baca halaman selanjutnya