Kelompok Tani Binaan Unand Berharap Bisa Produksi Massal Pupuk Organik Cair

" Sepuluh ekor sapi ini, kata dia, hanya bisa menghasilkan 50 kilogram bahan baku kotoran sapi."
Kawasan Lumbung Bukik, Kecamatan Pauh, Padang. (KLIKPOSITIF/Satria Putra)

KLIKPOSITIF - Kelompok Tani Sungkai Permai di Kelurahan Lumbuang Bukik, Kecamatan Pauh, Kota Padang telah memproduksi pupuk organik cair meski baru digunakan secara terbatas oleh anggota kelompok dan warga sekitar Lumbuang Bukik.

Ketua Kelompok Tani Sungkai Permai Rimra mengatakan, pupuk yang mereka produksi itu ada dua jenis yakni pupuk organik cair Vegetatif dan pupuk organik cair Generatif.

"Pupuk ini digunakan untuk semua jenis tanaman. Yang membuat pupuk ini adalah kelompok tani (Sungkai Permai) secara otodidak dan saat ini belum diproduksi masal karena bahan bakunya belum cukup," katanya di sela-sela kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan Universitas Andalas di Lumbuang Bukik, Rabu, 1 Juni.

BACA: Unand Akan Kawal Kelompok Tani di Pauh Mengolah Biogas untuk Pembangkit Listrik

Ia mengatakan saat ini kelompoknya baru memiliki 10 sapi yang nanti kotorannya dimanfaatkan untuk membuat pupuk organik cair. Sepuluh ekor sapi ini, kata dia, hanya bisa menghasilkan 50 kilogram bahan baku kotoran sapi, "dan untuk produksi massal maka kami butuh bahan baku yang lebih banyak," katanya.

Kelompok Tani Sungkai Permai yang berada di bawah pembinaan Fakultas Pertanian Unand ini berdiri semenjak Juni 2014, di mana kegiatanya adalah pengolahan padi di Sawah, pembuatan pupuk organik, kompos, berkebun, beternak, dengan anggota sekitar 50 orang.

"Melalui organisasi kelompok ini kami berharap kami bisa saling bantu dan saling memberi kepada setiap anggota, bukan menerima.

Sarana prasarana jalan ke sini baru jalan setapak, kami berharap adanya pelebaran jalan untuk mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas pengembangan usaha Kelompok Tani kami dan penerangan listrik juga sangat kami butuhkan. Disini ... Baca halaman selanjutnya