Surau Calau di Sijunjung Istimewa Karena Jumlah dan Isi Naskah

"Surau dengan koleksi seratus lebih naskah kuno itu istimewa, baik dalam hal jumlah koleksi maupun kandungan isi naskah-naskahnya."
Koleksi Naskah Kuno di Unand. (KLIKPOSITIF/Satria Putra)

KLIKPOSITIF - Ketua Minangkabau Corner Universitas Andalas Pramono mengatakan, Surau Calau yang terletak di Jorong Subarang Sukam, Kenagarian Muaro, Kabupaten Sijunjung merupakan salah satu yang istimewa di Sumatera Barat.

Surau dengan koleksi seratus lebih naskah kuno itu istimewa, baik dalam hal jumlah koleksi maupun kandungan isi naskah-naskahnya.

BACA: Seratusan Naskah Koleksi Surau Calau Sijunjung Akan Dikonservasi 

Dalam hal jumlah, ia melanjutkan, koleksi naskah di surau ini merupakan koleksi terbesar jika dibandingkan dengan surau-surau lain di Sumatera Barat. Sementara dalam hal isi, naskah-naskahnya mengandung teks yang beragam, seperti keagamaan, pengobatan tradisional, kesusastraan dan kesejarahan.

Surau ini dirintis oleh Syekh Abdul Wahab (w. 1869), seorang ulama yang berasal dari Tanjung Bonai Aur menjadi pusat kecendikiaan ulama-ulama Tarekat Syattariyah pada awal abad ke-19. Pada masanya, Syekh Abdul Wahab telah menjadi magnet bagi orang-orang dari penjuru negeri untuk datang dan belajar berbagai ilmu keagamaan di Surau Calau.   

“Baik jumlah dan keragaman teks juga memberi kesan bahwa surau tersebut tidak hanya menjadi tempat belajar Alquran dan hadits, tetapi juga tempat belajar tentang masalah adab dan sastra,” ujarnya.

Ia mengatakan, naskah-naskah itu merupakan peninggalan kebudayaan dari tradisi intelektual yang panjang untuk mengungkap berbagai hal yang dapat dimanfaatkan untuk kehidupan masa kini.

[Satria Putra]