Siswa Asal Indonesia Raih Penghargaan Kompetisi Film di Australia

"Judul filmnya 'Alcohol Wrecks Life' menceritakan bagaimana konsumsi alkohol berdampak pada kekerasan dalam rumah tangga."
Alexander Andrew Mhawira, siswa asal Indonesia mendapat penghargaan dari kompetisi SAY Project dari Kepolisian Australia Barat (australiaplus.com)

KLIKPOSITIF - Alexander Andrew Mhawira, siswa asal Indonesia mendapat penghargaan dari kompetisi SAY Project dari Kepolisian Australia Barat dengan film berdurasi sekitar 100 detik.

Judul filmnya 'Alcohol Wrecks Life' menceritakan bagaimana konsumsi alkohol berdampak pada kekerasan dalam rumah tangga.

Tahun 2017 ini, ia kembali memenangkan Your Call film competition yang digelar oleh Kepolisian Australia Barat dan yayasan Constable Care Child Safety Foundation.

Kompetisi tersebut mengajak siswa sekolah untuk membuat sebuah film pendek yang menceritakan dampak buruk dari penyalahgunaan narkoba dan alkohol di kalangan anak muda.

Sebagai siswa kelas 12, Andrew memiliki pengalaman jika beban sekolah di tingkat terakhir sekolah lanjutan ini bisa membuat para siswa tertekan. "Pesan dari film ini adalah benar jika kelas 12 itu cukup menekan pelajar, kita harus belajar dengan keras," ujar siswa Cyril Jackson Senior Campus tersebut.

Andrew merasa pelajar bisa mengatasi beban ini dengan berbicara kepada orang lain untuk mengeluarkan keluh kesahnya, daripada memendamnya yang bisa membuat tertekan.

"Saya rasa ada banyak orang di luar sana yang peduli dan siap membantu dan keberadaan mereka mungkin akan membantu kita dari tekanan, daripada menggunakan narkoba dan alkohol," ujarnya.

"Narkoba tidak dapat menyelesaikan masalah kita, bahkan kondisi mental, atau rasa kelelahan kita," tuturnya.

Dalam film berjudul Dead Line tersebut, Andrew berperan sebagai sutradara utama, sekaligus juga editor, dengan bekerjasama dengan rekan-rekan lainnya, Ben Randall, Mingho Tong, Jordan Hunt, dan Kelliane Jewel.

Ia mengaku pengambilan gambar untuk kompetisi ini kebanyakan menggunakan kamera ponselnya dengan dibantu smart phone stabilizer.

"Pengambilan gambar dilakukan selama seharian dan butuh tiga hari untuk mengeditnya, sampai saya kurang tidur... kami memasukkan film 6 jam sebelum kompetisi ... Baca halaman selanjutnya