Mendikbud : Sekolah di Zona Bencana Dapat Pendidikan Kebencanaan

"Sebanyak 30.000 sekolah yang masuk dalam zona bencana "
Menteri Pendidikan, Muhadjir Effendy (Net)

KLIKPOSITIF -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI mencatat, saat sekitar 30.000 sekolah berada di zona bencana yang tersebar di seluruh Indonesia.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan sekolah di zona bencana tersebut membahayakan jika pelajar tidak diberikan pengetahuan serta pengalaman mitigasi bencana.

"Sebanyak 30.000 sekolah yang masuk dalam zona bencana dan nanti akan kita prioritaskan untuk mendapatkan pendidikan kebencanaan," katanya.

Menurut dia sekolah yang berada di zona bencana tersebut penanganannya tergantung tipe bencana di daerah tersebut.

"Sekarang sekolah-sekolah yang kita bangun baru sudah mulai standar, terutama di daerah rawan bencana gempa," ucap Muhadjir.

Ia menuturkan, Kemendikbud sudah memetakan setiap potensi bencana di daerah lokasi 30.000 sekolah tersebut. Sehingga Muhadjir mengaku, pemetaan itu juga berguna untuk perhitungan mitigasi serta tingkat keamanan gedung sekolah saat bencana terjadi.

"Jadi di masing-masing daerah itu sudah ada ukurannya berapa, daya tahannya berapa, bencana alam gempa di sana berapa besarnya, termasuk longsor dan banjir juga dihitung untuk penyesuaian pembangunan sekolah-sekolah baru," jelas dia.

Kemudian terkait pendidikan kebencanaan itu, Muhadjir menyebut materi tersebut tidak harus menjadi pelajaran di sekolah, tetapi menjadi tema-tema di dalam program ekstra kurikuler.

"Pendidikan kebencanaan menjadi tema-tema di dalam program ekstra kurikuler terutama dalam program penguatan karakter, karena nanti program penguatan karakter termasuk karakter yang suka menolong, gotong-royong, kemandirian. Itu bisa diakomodasi di dalam pendidikan kebencanaan," ucap dia.

Selain melakukan pemetaan sekolah di zona bencana, katanya pihaknya juga memperhatikan sekolah yang tidak layak.

"Sekolah yang tidak layak akan kita perbaiki. Anggaran untuk memperbaiki sekolah tahun ini sekitar Rp3 miliar," ... Baca halaman selanjutnya