Bujinlkham, Gadis Kecil Mongolia yang Bermimpi Jadi Pebalap Kuda

"Jika kita tidak memiliki kuda, kita bukan orang Mongol"
Bujinlkham Damdinsuren (aljazeera.com)

KLIKPOSITIF - Bujinlkham Damdinsuren merupakan seorang gadis berusia sembilan tahun sedang duduk dikelilingi oleh saudara perempuannya di dalam gerobak keluarga. Gerobak keluarga ini seperti tenda bulat yang biasa digunakan keluarga-keluarga Mongolia yang hidup secara nomaden.

"Saya suka menang," katanya tenang dari lapangan pacuan kuda 24 kilometer di mana dia akan bersaing keesokan harinya. Dia merupakan anak kedua dari tiga bersaudara yang akan menjadi satu dari 50 pesaing di bawah usia 12 tahun, dan hanya tiga gadis yang berpartisipasi dalam perayaan abad pacuan itu yang diadakan di seluruh negeri dengan nama Naadam, yang meliputi memanah dan gulat.

Seluruh keluarga ada di dalam geram pagi ini dengan niatnya itu. Mereka tinggal di padang rumput Provinsi Dundgovi, 30km dari kota terdekat, dikelilingi pemandangan yang tandus dengan pemandangan yang terus berlanjut selama tidak dikaburkan oleh debu.

Bujinlkham dengan wajah berbentuk hati, mengenakan kemeja Mickey Mouse yang gemerlap, memainkan permainan bertepuk tangan dengan saudara perempuannya yang berusia lima tahun, Yanjinlkham, sementara ibunya Muukhtsetseg menggulung adonan ke dalam cakram yang akan dijadikan Strip untuk mie goreng. Sedangkan Ayahnya, Damdinsuren, memakai tunik merah anggur yang panjang - disebut deel - dan menenun kulit sapi untuk dijadikan cambuk baru bagi Bujinlkham dalam pertandingan nanti.

Kuda sangat penting dalam budaya nomaden Mongolia. "Jika kita tidak memiliki kuda, kita bukan orang Mongol," jelas Damdinsuren. Bujinlkham telah berlatih setiap hari selama sebulan terakhir, berlari dengan kuda di lanskap yang gersang di mana suhu berkisar antara 30 derajat Celcius sampai -30 derajat Celcius sepanjang tahun.

"Kami ingin dia masuk dalam lima besar," kata ayahnya sambil mendongak dari tenun.

Tradisi Mongol

Bujinlkham dan saudara perempuannya tinggal di negara yang telah mengalami transformasi ... Baca halaman selanjutnya