Berawal Dari Rasa Penasaran, Wa Alulu Putuskan Peluk Islam

"Abdullah Wa Alulu, yang sebelum masuk Islam memiliki nama Wa Alulu Gulo, menceritakan awal memutuskan memeluk Islam, saat ia tinggal bersama dengan kakaknya yang se iman dengannya sejak kecil, di Kabupaten Padang Pariaman pada tahun 2014."
ilustrasi (pixabay)
saudara-saudara saya yang lain," katanya Wa Alulu.

Namun kerena tekadnya sudah bulat untuk masuk Isalam, akhirnya Wa Alulu meminta bantuan dari Dahlan Gulo untuk membawanya ke Padang, agar niatnya untuk memeluk Islam dapat terwujud, sekaligus belajar Islam dengan sunggguh-sunggu.

Berkat bantuan dari Dahlan Gulo tersebut, pada 10 Februari 2017, Abdullah Wa Alulu resmi memeluk
Islam setelah mengucapkan Syahadat, di di mesjid Nurul Iman, Kota Padang.

"Saat itu lidah saya begitu ringan saat mengucapkan dua kalimat syahadat," katanya mengenang saat ia baru saja menjadi seorang mualaf.

Sejak ia menjadi memeluk Islam, Wa Alulu tinggal di panti Bakti Sosial Binanetral dengan tujuan belajar membaca dengan tulisan khusus untuk orang buta dan juga untuk memperdalam ilmu agama.

"Saya tak ada kerabat disini, kecuali si Dahlan. Namun tak mungkin saya memberatkan Dahlan dengan
tinggal bersamanya. Biarlah saya tinggal disini saja, meskipun saya tak punya uang ataupun
pekerjaan.

Ramadan 1438 Hijriah yang merupakan Ramadan pertama baginya setelah memeluk Islam saat ini diakuinya merupakan salah satu pelajaran berharga, untuk lebih memahami dan menjalankan Syariat Islam.

"Susah rasanya menahan lapar dari selesai waktu imsak, hingga tiba waktu maghrib. Tapi saya berusaha menjalaninya dengan sebaik-baiknya, karena saya tahu dengan berpuasa, saya akan mendapat pahala Seperti yang saya pelajari tentang Islam selama ini," katanya.

Wa Alalu menambahkan, sebenarnya saya sedih saat mengingat waktu lebaran tak lama lagi, karena saya tak bisa berlebaran bersama keluarga seperti umat Islam yang lain.

Wa Alulu menjelaskan, sejak ia masuk Islam, ia tidak bisa lagi bergabung dengan keluarganya. Karena dalam adat keluarganya yang menganut agama lain, ia harus memutuskan hubungan kekerabatan.

"Tak masalah dengan kehidupan yang saya jalani saat ini. Karena saya tahu ini yang terbaik menurut Allah untuk ... Baca halaman selanjutnya