Berawal Dari Rasa Penasaran, Wa Alulu Putuskan Peluk Islam

"Abdullah Wa Alulu, yang sebelum masuk Islam memiliki nama Wa Alulu Gulo, menceritakan awal memutuskan memeluk Islam, saat ia tinggal bersama dengan kakaknya yang se iman dengannya sejak kecil, di Kabupaten Padang Pariaman pada tahun 2014."
ilustrasi (pixabay)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Abdullah Wa Alulu, seorang lelaki yang ditakdirkan oleh Allah lahir dengan keadaan tidak dapat melihat sejak kecil, anak ketiga dari tujuh bersaudara, yang lahir dibantu oleh "dukun beranak" pada tahun 1982 di Kecamatan Afulu, Kabupaten Nias Utara, Provinsi Sumatera Utara, mulai memeluk Islam pada tahun 2017 setelah beberapa lama tertarik dengan agama ini.

Abdullah Wa Alulu, yang sebelum masuk Islam memiliki nama Wa Alulu Gulo, menceritakan awal memutuskan memeluk Islam, saat ia tinggal bersama dengan kakaknya yang se iman dengannya sejak kecil, di Kabupaten Padang Pariaman pada tahun 2014.

Selama berada di Kabupaten Padang Pariaman, Wa Alulu yang masih berstatus lajang ini banyak mendengar tentang Islam dari masyarakat sekitar tempat ia tinggal. Berawal dari rasa penasaran tentang agama Islam inilah kemudian Wa Alulu, menghubungi sepupunya yang kebetulan adalah seorang mulaf dan tinggal di Kota Padang.

Mendengar niat dari Wa Alulu, sepupunya yang bernama Dahlan Gulo kemudian datang ke Kabupaten Padang Pariaman untuk menemui Wa Alulu, dan menanyakan ketertarikannya akan Islam.

"Dari Dahlan saya banyak mendapat ilmu tentang agama Islam, dan sedikit demisedikit makin tertarik untuk memeluk agama ini, hingga akhirnya dengan keyakinan yang bulat, pada Februari 2017, saya kembali menghubungi Dahlan untuk mengajak saya ke Padang, dan sekaligus untuk masuk agama Islam," kata Wa Alulu.

Ia menambahkan, Dahlan kemudian menjemput saya ke rumah kakak, setelah saya menyampaikan niat
untuk memeluk Islam ini pada keluarga yang ada di Kabupaten Padang Pariaman, dan juga menelepon
ayah saya yang ada di kampung.

"Ayah saya seorang pendeta. Ketika beliau tahu saya memilih untuk masuk islam, ia mengatakan bahwa saya harus benar-benar yakin dengan pilihan saya, sebab jika saya memilih Islam saya diharuskan untuk meninggalkan kampung halaman dan memutus hubungan dengan ... Baca halaman selanjutnya