Balai Bahasa Sumbar Kritik Nama Gedung Rektorat UNP

Rektorat Universitas Negeri Padang
Rektorat Universitas Negeri Padang (istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Gedung Rektorat Universitas Negeri Padang (UNP) yang sudah selesai dibangun menuai kritikan dari sejumlah warganet dan juga para pakar bahasa, termasuk Balai Bahasa Sumbar. Gedung itu dinamai dengan Rectorate And Research Center dan tidak menggunakan bahasa Indonesia.

Kepala Balai Bahasa Sumbar, Agus Sri Danardana mengatakan, tidak baik perguruan tinggi di Indonesia menggunakan bahasa Inggris untuk menamai gedung. Berdasarkan pertimbangan tersebut, UNP disarankan menggantinya dengan nama yang menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

"Saya menyayangkan, kenapa lembaga pendidikan yang mestinya menjadi contoh, justru memperlihatkan sikap tidak positif terhadap bahasa Indonesia. Sikap seperti itu jelas akan melemahkan rasa bangga masyarakat terhadap bahasa, bangsa dan negara Indonesia,” ujar Danar di Padang kepada wartawan.

Baca Juga

Dengan menamai gedung memakai bahasa Inggris, menurut Danar, UNP memperlihatkan sikap yang bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan. Karena itu, Danar menyarankan UNP agar mengganti nama gedung menggunakan bahasa Indonesia.

Kalaupun UNP ingin nama gedung itu ada unsur bahasa Inggris, dia menyarankan UNP untuk mengutamakan bahasa Indonesia terlebih dahulu. "Ukuran huruf bahasa Indonesia pada nama itupun harus lebih besar daripada bahasa asing," tuturnya.

Sementara, Rektor UNP, Ganefri saat dikonfirmasi mengenai tersebut mengatakan, penamaan gedung itu menggunakan bahasa Inggris sesuai dengan proposal yang diajukan kepada Islamic Development Bank (IDB) sebagai penyandang dana pembangunan gedung tersebut.

Kontraktor yang melaksanakan pembangunan gedung itu membuat nama gedung sesuai dengan perencanaan. "Ada 11 gedung baru di UNP yang dibangun dengan dana IDB. Jadi, kontraktor membuatnya sesuai dengan perencanaan berdasarkan proposal yang disetujui bank itu," tutur Ganefri.

Menurutnya, tidak ada persoalan pemakaian bahasa Inggris pada penamaan gedung itu karena bahasa Inggris sudah banyak diserap menjadi bahasa Indonesia. Lagipula, katanya, nama gedung itu bisa saja nanti diubah dengan menggunakan nama yang bahasa Indonesia. (*)

Penulis: Agusmanto | Editor: Eko Fajri