Brigadir Waston, Polisi di Pasbar yang Menyambi Jadi Guru Ngaji

"Rata-rata murid yang saya ajarkan membaca Alquran masih duduk di Sekolah Dasar. Mereka juga tidak saya pungut biaya"
Babinkamtibmas Polsek Gunung Tuleh, Brigadir Waston saat mengajarkan sejumlah anak-anak mengajar mengaji (Buyung/KLIKPOSITIF)

PASBAR, KLIKPOSITIF -- Sosok polisi yang satu ini patut diacungi jempol. Di samping menjalankan rutinitasnya sebagai anggota Babinkamtibmas Polsek Gunung Tuleh, Pasaman Barat, polisi bernama Waston itu ternyata juga aktif menjadi guru di Taman Pengajaran Alquran (TPA).

Hebatnya lagi, polisi berpangkat Brigadir itu tidak hanya mengajar murid sekitar puluhan orang, tapi sudah lebih dari 200 orang. "Murid saya banyak, karena saya mengajar di tiga TPA, yaitu TPA AL-IKHLAS, TPQ Babinkatibmas Muaro Kiawai, dan TPA Mesjid Raya Muaro Kiawai," kata Waston saat ditemui KLIKPOSITIF di Polsek Gunung Tuleh, Rabu, 31 Mei 2017.

Meski mengajar di tiga TPA, namun Waston mengakui bahwa tugas pokok sebagai seorang bintara Polisi sama sekali tidak terganggu. "Saya ini tugasnya di Babinkamtibmas. Jadi waktu dengan masyarakat itu lebih banyak. Sebagian waktu itulah yang saya manfaatkan untuk mengajar di TPA," beber Waston.

Waston pun menyebut bahwa dalam seminggu, ia mengajar sebanyak tiga kali. Untuk TPA Mesjid Raya Muaro Kiawai, jadwal mengajarnya Senin sehabis bada Magrib, sementara untuk dua TPA lainya, pada Rabu jam 15.00 WIB, dan Jumat jam 14.00 WIB.

"Rata-rata murid yang saya ajarkan membaca Alquran masih duduk di Sekolah Dasar. Mereka juga tidak saya pungut biaya," ujarnya.

Kemudian ketika ditanya apa yang memotivasinya, Waston mengungkapkan bahwa itu lebih kepada panggilan jiwa dan pengabdian kepada masyarakat. "Selain itu, latar belakang pendidikan di Madrasah Aliyah, Ujung Gading, juga menjadi alasan bagi saya untuk mengajar di TPA," imbuhnya.

Waston pun mengungkapkan bahwa ia mengajar anak-anak membaca Alquran sejak Oktober 2016, atau sekitar dua bulan setelah berdinas di Polsek Gunung Tuleh. Sebelum menjadi guru ngaji, dirinya sempat meminta persetujuan dari tokoh masyarakat. Setelah disetujui, kemudian beberapa murid mulai diajarkannya membaca Alquran.

"Awalnya saya mengajar mengaji di ... Baca halaman selanjutnya