Ini Komentar Ketua Aptisi Pusat tentang Pendidikan Karakter

"Kemenristekdikti Siap Fasilitasi Mahasiswa UPI YPTK ke Luar Negeri"
Ketua Aptisi Pusat, Budi Djatmiko melantik Pengurus Aptisi Wilayah X Sumbar di UPI Convention Centre, Selasa 9 Mei 2017. (Hijrah Adi Sukrial)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Budi Djatmiko mengapresiasi program Universitas Putra Indonesia (UPI) Yayasan Perguruan Tinggi Komputer (YPTK) Padang dalam upaya pembentukan karakter dan akhlak mahasiswa. Menurutnya, program UPI YPTK harus diakomodir dalam kurikulum pendidikan tinggi.

“Pendidikan dan riset penting, namun pendidikan karakter lebih penting. UPI mencoba fokus dalam pendidikan karakter dan akhlak. Buktinya, dalam acara seminar dan kegiatan lainnya diawali dengan shalawat,” ujar Ketua Aptisi Pusat, Budi Djatmiko usai melantik Pengurus Aptisi Wilayah X Sumbar.

Budi Djatmiko memaparkan, untuk masuk surga, bahagia dunia akhirat semua orang diukur dengan ketaqwaan, tidak ada riset dan penelitian.Namun, kalau mau hidup nyaman di dunia memang riset penting, namun jangan tinggalkan akhlak.

“Banyak Negara hebat di dunia terjadi kebobrokan moral, karena tidak diimbangi antara riset dengan pendidikan akhlak,” ulasnya.

Di sisi lain, kata dia ada Negara yang bagus dalam pendidikan akhlaknya, negaranya jadi Negara yang sangat maju pendidikannya. “Coba lihat Negara Finlandia dan New Zealand, pendidikan akhlaknya bagus, meski bukan akhlak yang sesuai dengan Al quran dan Hadits, tetapi penghasilannya luar biasa,” jelasnya.   

Di sisi lain, Direktur Pembelajaran Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti, Paristiyanti memberikan tawaran kepada UPI YPTK untuk bisa mengikutkan mahasiswa UPI YPTK dalam program joint degree ke Bangkok, Thailand dan perguruan tinggi luar negeri lainnya.

Program yang selama ini dilaksanakan UPI YPTK dalam pembentukan karakter mahasiswa sudah bagus, kalau mau lebih bagus, Kemenristekdikti akan memfasilitasi mahasiswa UPI untuk mengikuti program joint degree ke perguruan tinggi luar negeri,” ujar Paristiyanti pada Seminar dengan Tema “Peraturan dan ... Baca halaman selanjutnya