APPBIPA Sumbar Persiapkan Tenaga Pengajar untuk Penutur Asing

"Pelatihan ini digelar untuk menjawab banyaknya kebutuhan pengajar BIPA yang profesional"
Para peserta pelatihan BIPA, panitia dan tim pengajar berfoto bersama. (istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Afiliasi Pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (APPBIPA) Sumatera Barat (Sumbar) menggelar Pelatihan Pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) tingkat pemula. Pelatihan ini digelar untuk menjawab banyaknya kebutuhan pengajar BIPA yang profesional.

Di beberapa negara, Bahasa Indonesia (BI) sudah menjadi mata pelajaran wajib bagi siswa dan mahasiswanya, seperti Australia, Ukraina, Kanada, Jepang, Vietnam, Korea Selatan, Hawai Amerika dan Suriname. Beberapa diantaranya sudah menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua.

Prof. Atmazaki, Ketua APPBIPA Sumbar dalam pembukaan pelatihan BIPA di LPMP Universitas Negeri Padang (UNP) mengatakan, pelatihan BIPA ini untuk mempersiapkan tenaga pengajar yang profesional, sebab dengan memiliki sertifikat BIPA sebagai modal awal untuk mengajar penutur asing.

"Misalnya, membuka kursus, menjadi guru, atau dosen bagi penutur asing baik di dalam bahkan luar negeri. Hebatnya lagi, di Australia 500 sekolah sudah mewajibkan mata pelajaran BI," ucapnya.

Menurut Atmazaki, tujuan pelatihan BIPA ini belajar menerapkan, melatih, mendorong serta memperkaya pendekatan, metode, dan teknik pengajaran BIPA bagi penutur asing, bahkan bisa diterapkan pada mata pelajaran nonbahasa. "Dalam pelatihan ini akan disiapkan para pengajar BIPA yang siap pakai di dalam dan di luar negeri," katanya.

Pelatihan yang digelar selama tiga hari sejak Kamis 4 Mei hingga 6 Mei 2017 di LPMP Universitas Negeri Padang (UNP) ini diharapkan akan melahirkan para pengajar yang berkompeten dalam BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing). Ini juga mendorong timbulnya kesadaran budaya sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran.

Sementara, Ketua Pelaksana, Vera Siska yang juga mahasiswa Pasca Sarjana UNP mengatakan, ada 30 orang peserta yang mengikuti pelatihan ini. Para peserta yang mendaftar berasal dari Jambi, Aceh, Jakarta, Surabaya, Tangerang. "Namun, ada juga yang ... Baca halaman selanjutnya