Komunitas Ini Gelar Aksi Bagi Sarapan di Padang

"Program kerja utama di FMC adalah mencoba untuk meringankan semua masalah sosial yang ada di lingkungan sekitar"
Salah seorang anggota dari FMC menyerahkan sarapan kepada pekerja kebersihan di Padang. (istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Atas dasar rasa kepedulian terhadap kondisi lingkungan sosial masyarakat sekitar, ada sebuah komunitas yang dibentuk dengan nama Friday Movement Community (FMC) pada 15 Maret 2017 lalu. Komunitas ini melakukan aksi unik, yakni membagikan sarapan untuk masyarakat Padang.

Koordinator Aksi FMC, Hendra Ekonedi menyebut, ide awal dibentuknya komunitas ini karena adanya masukan dari dua orang dosennya di Jurusan Agribisnis Unand. Kenapa memilih nama Friday (Jumat, red), karena hari Jumat itu adalah hari yang bagus untuk berbuat baik.

Program kerja utama di FMC adalah mencoba untuk meringankan semua masalah sosial yang ada di lingkungan sekitar, seperti memberi sarapan ke pekerja jalan, tukang sapu jalan, petugas kebersihan, berbagi keceriaan ke rumah sakit dan mengajak anak-anak kurang beruntung pergi berbelanja.

"Kami juga menyalurkan zakat kepada yang membutuhkan dan aksi Sunnah Jumat," jelas Eko kepada KLIKPOSITIF Sabtu 29 April 2017.

Komunitas FMC ini melaksanakan aksi mereka setiap hari Jumat dengan kegiatan yang bervariasi, namun tidak tertutup kemungkinan aksi ini akan dilakukan di hari lainnya. Sejauh ini, FMC sudah menggelar aksi di RSUP DR. M. Djamil Padang, kampus Unand, areal Masjid Raya Sumbar dan Pasar Raya Padang.

"Tidak hanya itu, kami juga berencana melakukan pemungutan sampah dan menyumbangkan sampah telah terkumpul kepada para pemulung ditambahkan dengan sembako," kata Eko.

Untuk melakukan aksi tersebut, FMC mendapatkan sumbangan dari berbagai kalangan dan juga iuran dari anggotanya. Saat ini, FMC memiliki 22 orang anggota dari berbagai jurusan di Unand dan sangat terbuka untuk umum di luar kampus Unand.

"Harapan kami, FMC nantinya bisa memberikan harapan untuk membantu masyarakat mengatasi permasalahan sosial dan ekonomi mereka," tutup Eko.

[Satria Putra]